Search
  • Jeffry Rahatama

Apa perbedaan front- end developer, back- end developer, dan full- stack developer?


Pernahkah kalian mendengar ataupun melihat industri yang membuka lowongan kerja buat front- end developer, back- end developer, ataupun full- stack developer? Apakah maksudnya istilah- istilah tersebut?


Bersamaan pertumbuhan teknologi, website sudah tumbuh jadi lebih kompleks. Ini membuat developer pula jadi lebih ter spesialisasi. Maksudnya, seseorang developer tidak wajib melaksanakan totalitas proses membangun website lagi, namun fokus pada bagian tertentu saja, entah itu salah satu bahasa pemrograman, framework, atau pun bagian teknikal yang lain.


Berikut akan dipaparkan lebih jauh mengenai penafsiran tiap- tiap sebutan di atas:


Front- End


Bagian front- end dari suatu web merupakan bagian yang langsung dilihat oleh user. User pula dapat langsung berhubungan pada bagian ini. Bagian ini dibentuk memanfaatkan HTML, CSS, serta JavaScript.


CSS( Cascading Gaya Sheets) merupakan bahasa pemograman yang mengendalikan tampilan HTML pada halaman web. CSS memastikan corak, font, foto latar belakang, serta terlebih lagi bagaimana tampilan keseluruhan website- mu. Tipe terakhir dari CSS yaitu CSS3, yang meningkatkan fitur semacam interaktifitas serta animasi dasar.


HTML( HyperText Markup Languange) merupakan tulang punggung dari website. Seluruh web yang kalian kunjungi terbuat memakai HTML. HTML memastikan struktur serta konten web. Tipe terakhir dari HTML merupakan HTML5.


Kalian dapat menghasilkan suatu web hanya dengan memakai HTML serta CSS, namun yang benar- benar hendak menciptakan web kalian tampak menarik ialah JavaScript. Dengan JavaScript, kalian dapat melaksanakan banyak perihal, semacam interaktifitas, animasi yang lebih kompleks, serta terlebih lagi kalian pula dapat menciptakan fully feature website application.


Dahulu( kurang lebih tahun 2012), mayoritas browser tidak bisa menginterpretasikan JavaScript dengan baik sehingga memperbanyak fungsi- fungsi kompleks JavaScript tidaklah ide yang bagus. Namun, disaat ini browser telah menjadi lebih mutahir serta dapat menjalankan JavaScript dengan baik. Ini menjadikan JavaScript tidak cuma digunakan buat bagian back- end lagi. JavaScript sendiri pula sudah alami banyak kemajuan dengan bertambahnya framework- framework semacam Angulars, jQuery, serta Node. js. Singkatnya, apa yang didefinisikan dengan front- end sudah banyak berganti dalam waktu yang singkat.


Front- end developer memakai HTML, CSS, serta JavaScript untuk coding situs. Mereka menghasilkan design situs serta sesudah itu membuat situs tersebut dapat berfungsi dengan baik.


Sebagian situs hanya memanfaatkan HTML, CSS, serta JavaScript. Namun sebagian yang lain pula terdapat memanfaatkan back- end programming language untuk kebutuhan yang lebih kompleks.


Back- End



Back- end merupakan bagian balik layar dari suatu situs. Bahasa pemograman untuk back- end development antara lain yaitu PHP, Ruby, Python, serta banyak yang lain.


Satu perihal yang akan kalian temui: tidak akan banyak industri yang mem- posting lowongan kerja dengan kalimat“ back- end developer”. Yang akan lebih kerap kalian temui merupakan lowongan pekerjaan untuk“ Laravel developer”,“ PHP developer”, dll.


Terdapat banyak perihal yang tidak mampu dilakukan oleh JavaScript, tetapi bisa dilakukan oleh bahasa pemrograman back- end. Mayoritas sistem manajemen konten dibentuk lewat back- end programming, contohnya pada aplikasi situs yang kompleks. Belajar coding akan mengarahkan kalian menciptakan penyelesaian terbaik untuk bermacam permasalahan, dan terkadang back- end programming merupakan bagian dari pemecahan tersebut.


Untuk membangun suatu situs yang berjalan dengan baik, back- end developer umumnya berkolaborasi dengan front- end developer.


Full- Stack



Full- stack developer bekerja pada bagian front- end serta back- end. Mereka memahami HTML, CSS, JavaScript, dan satu atau pun lebih bahasa pemrograman back- end.


Pertumbuhan teknologi dikala ini membuat perbandingan front- end serta back- end development jadi semakin sedikit. Banyak perihal yang tadinya cuma dapat dilakukan pada bagian back- end, bisa dicoba pula lewat front- end. Ini membuat semakin banyaknya developer yang memahami front- end serta back- end programming sekaligus. Pada saat ini, sebagai full- stack developer juga menaikkan nilai spesial kalian di mata industri.


Namun, menjadi full- stack developer bukan berarti kalian wajib mengerjakan keseluruhan kode baik front- end atau pun back- end suatu situs. Mayoritas full stack developer senantiasa menghabiskan waktunya pada satu bagian programming saja. Akan tetapi, kelebihan dari full- stack developer ialah mereka dapat melaksanakan analisa permasalahan pada kedua bagian programming. Terdapat pula sebagian full- stack developer yang mengerjakan seluruhnya sendiri, umumnya ini terjadi bila mereka freelance atau pun salah satunya developer yang berkerja pada satu buah project.


Bagian sangat menarik dari website development merupakan sifatnya yang terus berkembang. Apa yang diartikan bagaikan“ front- end” atau pun“ back- end” pada disaat ini, dapat saja bakal berganti secara drastis dalam sekian banyak tahun ke depan. Menekuni keduanya akan membuat kalian lebih memiliki nilai, mudah menyesuaikan diri, dan berpandangan ke depan.

145 views1 comment

(021) 72787478